Senin, November 02, 2009

peron 16

Senin, 2 November 2009

peron 16

langkahku tertuju pada sebuah kereta tua
ia menyebut namaku dan menunjukkan betapa indah dirinya
sesosok kereta yang penuh dengan pesona dan keindahan
keelokan itu t'lah menuntunku tuk melangkah bersamanya

riuh pepohonan menghantarkan langkah kami
sang awan pun turut andil tuk lindungi
tak pernah terbesit asa tuk berhenti
hingar bingarpun tak sanggup hilangkan senyum sang mentari

nampak sebuah bangunan tua di depan mata
tempat pemberhentian berbagai kereta
terbesit sebuah tanya
akankah keretaku hentikan langkahnya?

sang masinis tengah membunyikan peluit
pertanda apakah ini?
ini kah akhir perjalanan sang kereta tua?
aku tak ingin berhenti di peron ini!
apakah kau tak sanggup lagi mengantarkanku?
tersisa inginku tuk melangkah lagi bersamamu
namun ku tahu elokmu tak sanggup membawaku kembali

kini kita terhenti di peron 16
terlihat seorang kan melangkah lagi bersamamu
namun bukan aku
kini kau t'lah pergi membawanya bersamamu

ada satu pintaku
jangan hentikan langkahmu di peron selanjutnya
den teruslah melangkah hingga habis jalan itu berujung

ku terhenti di peron ini
menahun, hingga peron ini pun mengganti namanya
berharap kan memulai sebuah perjalanan baru
dan nantinya takkan ada lagi peron yang sanggup hentikan keretaku



-fat_diq-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar